Tag

, , , , , , ,


Hai semua, udah ada yang denger tentang Dojo Toolkit ? Secara umum, Dojo merupakan library/framework AJAX yang siap digunakan. Kebetulan Tugas Akhir gw pakai Dojo Toolkit. Dojo Toolkit gak beda sama Prototype, Rico, dsb. Saya sendiri belum pernah pake framework yang lain selain Dojo, yang jelas penggunaan Dojo tuh modular banget. Jadi kita gak perlu mendownload semua paket yang ada di Dojo pada website kita tetapi hanya paket yang kita butuhin aja. Mirip2 di Java, contohnya gini :

dojo.require(“dijit.form.Button”);

Mungkin ada yang bingung, Dojo itu apaan ya ? Dojo Toolkit adalah library open source Javascript yang didesain untuk pengembangan aplikasi berbasis AJAX atau Javascript. Dojo mendukung berbagai format data dari server seperti JSON, XML, Text, danHTML.

Dojo tuh dibagi menjadi 3 bagian :
– Dojo Core (dojo.*)
– Dojo Widget (dijit.*)
– Dojo Experimental (dojox.*)

Dojo Core
Dojo Core adalah inti dari Dojo Toolkit. Kalau misalnya kita mau menggunakan fungsi-fungsi umum seperti XHR (POST/GET), i18n, enkripsi, xml, date/time, efek animasi, dsb kita cukup menggunakan dojo core ini aja. total ukuran filenya 23K.

Dojo Widget / Dijit
Ini adalah aplikasi kecil (widget) “siap pakai” yang menggunakan fungsi-fungsi bawaan Dojo. Contoh2 projek Dijit bisa diliat disini. Kalau kita mau bikin “Killer App”, maksudnya aplikasi web yang user interfacenya super keren, super interaktif kayak aplikasi desktop kita pakai ini, dengan konsekuensi total file yang kita gunakan besar. Pada waktu Dojo masih versi 0.4.x, Dijit dikenal dengan nama Widget dan desain internal dari Widget gak sebagus sekarang. Maksudnya begini, waktu masih versi < 0.9 semua skrip, gambar, text dan lainnya benar2 langsung didownload pada saat itu juga. tetapi pada versi 0.9 – sekarang, Dijit tidak langsung mendownload semua, tetapi mendownload gambar2 hanya pada saat kita perlukan dan men-cache semuanya di harddisk. Bahkan kita bisa bikin aplikasi OFFLINE tanpa harus tersambung ke server (namanya Dojo Offline). Penggunaan Dijit secara umum ada dua cara :
– Secara programmatic
Kalau secara programmatic, kita langsung coding di antara <script></script>. Cara ini ada kelebihan dan kekurangannya. kekurangannya adalah, kalau kita gak tau API dari tiap2 Dijit maka kita akan kesulitan untuk membuat secara program. keuntungannya, kita bisa membuat Dijit secara dinamis dan tidak merusak kaidah HTML atau XHTML.

– Langsung disisipkan di HTML
ini adalah cara yang paling gampang untuk memakai Dijit, cukup menyisipkan atribut dojoType=”dijit.<NAMA_DIJIT>” pada elemen HTML. Keuntungannya adalah gampang digunakan tanpa harus tau API dari Dijit yang akan kita gunakan. Kerugiannya ? dokumen HTML kita tidak valid, karena atribut dojoType tidak dikenali dalam aturan W3C. Penggunaan cara ini juga tidak fleksibel karena Dijit yang kita gunakan sulit untuk kita modifikasi “on the fly”.

Dojo Experimental
Dojo Experimental atau Dojox merupakan Dijit yang masih dalam tahap pengembangan tetapi sudah bisa digunakan hanya saja API masih bisa berubah. biasanya Dojox merupakan extension dari Dijit dengan fitur yang lebih baik. Penggunaannya juga mirip dengan Dijit yaitu dengan dojoType=dojox.<NAMA_PAKET>. Pada Dojox ini ada beberapa aplikasi yang sering digunakan pada RIA (Rich Internet Application), seperti Grid (inget sama Google Doc yang mirip Excel ??), Data (untuk memanipulasi data dari server seperti XML, JSON), dan yang paling seru adalah Fileinput (form upload otomatis secara AJAX tanpa reload halaman upload)

o iya ada satu lagi dari Dojo, yaitu Dojo Utils. Dojo Utils merupakan tool untuk melakukan testing. jadi kita bisa bikin test unit dari dijit yang kita buat dan kita test disitu. Selain itu untuk debugging kita bisa pake add-on Firebug buat Mozilla Firefox dan internal debugger dari Dojo yang support untuk browser selain Firefox. Internal debugger ini tampilannya mirip dengan firebug di firefox tapi akan muncul dihalaman web kita.

Nantikan tulisan berikutnya🙂